Minggu, 04 Oktober 2020

Cerpen Dari Hikayat Pengembara Yang Lapar

 Diceritakan kisah tiga orang sahabat yaitu Kendi, Buyung, dan Awang yang sedang mengembara. Mereka membawa bekalan makanan seperti beras, daging, susu, dan buah-buahan. Biasanya, apabila mereka kelelahan, mereka berhenti untuk sekedar beristirahat atau hanya menggenyangkan perut. Jika dalam perjalanan mereka bertemu sebuah desa, biasanya mereka akan singgah membeli makanan untuk bekal perjalanan.

Pada suatu hari yang cerah, mereka tiba dikawasan hutan belantara. Di kawasan tersebut, mereka tidak menemukan desa atau kampung dalam perjalanan. Mereka berhenti dan beristirahat di bawah sebatang pohon tua yang yang sangat besar dan sangat rindang. Perbekalan makanan mereka sudah habis tak menyisa. Dan ketiga sahabat itu mulai kelaparan.

“Hei, jika ada nasi yang sebanyak kawah pun, aku akan menghabiskannya seorang diri,” tiba-tiba Kendi mengeluh. Dia memegangi perutnya yang sedari tadi belum diisinya. Dan badannya ia sandarkan pada pohon tua yang sangat besar itu.

“Jika aku kelaparan seperti ini, ayam panggang sepuluh ekor pun akan aku habiskan,” kata Buyung pula. “Kalian tidak boleh berlaku tamak dan membual seperti itu. Aku pun juga kelaparan. Bagiku, nasi sepingan pun sudah cukup untuk mengatasi kelaparanku ini, “ Kata Awang.

Kendi dan Buyung tertawa mendengar kata-kata yang diucapkan Awang barusan. “Hanya dengan nasi sepinggan saja, bagaimana bisa perutmu itu bisa kenyang? Padahal kau juga merasakan kelaparan yang sama seperti yang kami derita!”

Dari kejauhan ternyata perbualan mereka tadi didengar oleh pohon tua besar itu. Setelah mendengar keluhan ketiga pengembara tersebut, pohon yang merasa kasihan terhadap mereka itu lalu menggugurkan tiga helai daun miliknya. Bubb! Terdengar bunyi seperti benda yang terjatuh ditelinga Kendi, Awang, dan Buyung. Mereka langsung mencari-cari asal suara tersebut di dicelah-celah semak. Mereka mencari-cari suara tersebut dari arah yang berlawan-lawanan.

“Wah, ada nasi sekawah!” kata Kendi heran dan menjerit karena ia kaget melihatnya. Dia menghampiri nasi sekawah yang masih beruwap itu. Tanpa berfikir lebih lama, ia memakan nasi tersebut dengan lahapnya. “Ayam panggang sepuluh ekor! Wah, enaknya!” teriak Buyung dari arah timur. Tiba-tiba air liurnya menetes. Selera makannya muncul seketika. Dengan pasti ia mngambil ayam yang paling besar lalu memakannya dengan lahap.

Melihat Kendi dan Buyung yang telah mendapatkan makanan, Awang berjalan semakin dalam ke arah semak-semak tersebut. Ketika Awang melewati daun kelembak, tampak olehnya sepinggan nasi berlauk terhidang di hadapannya. Awang tersenyum, dan mengucap syukur karena telah mendapat rezeki. Ia memakan nasi sepingan itu dengan tenang.

Selepas makan, Awang merasa kenyang. Ia beristirahat ditempat semula, di bawah pohon tua besar sambil memperhatikan Kendi dan Buyung yang sedang makan dengan lahapnya. “Urgh!” Kendi bersendawa. Perutnya sangatlah kenyang. Nasi di dalam kawah itu masih tersisa banyak. Ia tidak mampu lagi menghabiskan semua nasi tersebut. “kenapa kamu tidak menghabiskan kami?” tiba-tiba nasi di dalam kawah itu bertanya pada Kendi.

“Aku sudah kenyang,” jawab Kendi

“Bukankah kamu berjanji akan menghabiskan kami sekawah?” tanya nasi itu lagi.

 

“Tapi perutku sudah kenyang,” jawab Kendi. Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi. Kawah itu menyekap kepala Kendi dan nasi-nasi itu menggerogoti tubuh Kendi. Kendi menjerit meminta tolong. Buyung juga kekenyangan. Ia hanya dapat menghabiskan seekor ayam saja. Sembilan ekor ayam lagi tersisa di tempat pemanggang. Kerena terlalu banyak makan, perutnya berasa mual. Melihat baki ayam-ayam panggang itu saja, ia meresa muak dan hendak muntah. Buyung segera pergi meninggalkan ayam-ayam itu ke dalam semak.

“Kenapa kamu tidak menghabiskan kami?” tiba tiba ayam panggang itu berbicara. “Aku sundah nenyang.” Kata Buyung. “makan seekorpun aku sudah muak,” katanya lagi. Tiba-tiba muncul Sembilan ekor ayam jantan dari celah-celah semak di tempat itu. Mereka berlari ke arah Buyung. Ayam-ayam itu mematuk dan mengoyak tubuh Buyung. Buyung melompat-lompat sambil meminta tolong.

Awang bagaikan bermimpi melihat teman-temannya. Kendi terpekik dan terlolong. Buyung melompat-lompat dan berguling-guling di atas tanah. Awang tidak dapat berbuat apa-apa. Ia seperti terpukau melihat kejadian itu.

Akhirnya Kendi dan Buyung mati. Tinggallah Awang seorang diri. Ia meneruskan semua perjalanannya. Sebelum berangkat, Awang mengambil sepinggan nasi yang telah habis. Sebutir pun tidak menyisa di dalam pinggan itu. “Pinggan ini akan mengingatkan aku supaya tidak berlaku sombong dan tamak. Makan itu secukupnya jangan berlebihan agar tidak mubazir,” kata Awang lalu ia pergi meninggalkan tempat tersebut.


Unsur Intrinsik

Tema : Balasan perilaku yang tamak

Tokoh dan Penokohan 

        -Buyung (Antagonis) : Berprilaku sombong, berkhayal tinggi, tamak, dan mengingkari janji.

        -Kendi (Antagonis) : Berprilaku sombong, berkhayal tinggi, tamak, dan mengingkari janji.

        -Awang (Protagonis) : Berprilaku baik, tidak sombong, menepati janji, mensyukuri apa yang ada.

        -Pohon tua (Tirtagonis) : Suka berbelas kasih pada semua makhluk, bersifat baik.


Latar

        -Tempat : Hutan

        -Waktu : Siang Hari

        -Suasana : Kelaparan


Alur (Maju)

         -Abstrak : Paragraf 1-2

        -Orientasi : Paragraf 2-8

        -Komplikasi : Paragraf 9-11

        -Resolusi : Paragaf 12

        -Koda : Paragraf 13


Sudut Pandang : 

Orang ketiga diluar cerita/orang ketiga serba tau


Amanat : 

Janganlah membuat janji yang tidak dapat kau tepati apalagi dengan sombongnya kau lontarkan janji tersebut seolah-olah kau dapat menepatinya namun kenyataannya kau tidak dapat menepatinya.


Unsur Ekstrinsik

       -Nilai Budaya      : 

Terlihat bahwa dari jaman dulu kita diharuskan dan diajarkan untuk memiliki sifat dan berprilaku baik.

       -Nilai Sosial         : 

Terlihat pada sikap Awang yang sedang menasehati teman-temannya agar tidak berprilaku tamak dan sombong



       



Senin, 07 September 2020

Menawar Cabai

 

Bahan pokok di rumah Bu Nisa sudah habis, dia mau mengisi ulang kulkasnya yang sudah kosong tak bersisa. Bu Nisa membeli bahan pokok di pasar, Ia membeli sayur-mayur dan bahan pokok lainnya. Ketika dia hendak membeli cabai, dia terkejut dengan cabai yang di jual oleh penjual di pasar tersebut

Bu Nisa : Mas berapa cabainya ini mas?

Penjual :  35 ribu sekilo, mau berapa?

Bu Nisa : Mahal amat, tetangga saya beli cabai harganya lebih murah, saya mau menawar lebih murah lagi

Dengan pasrah penjual menanyakan kepada pembeli

penjual : Baiklah bu, Ibu mau menawar harganya berapa?

Bu Nisa : 40 ribu sekilo aja mas lebih murah dari yang tadi,

Bu nisa memberikan uang Rp.50.000,00 kepada penjual dan meminta kembalian Rp.10.000,00 dan langsung pergi. Penjual hanya bisa menggelengkan kepala di tempat jualannya

Sabtu, 15 Agustus 2020

Coronavirus

           Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Sebagian besar coronavirus adalah virus yang tidak berbahaya. Coronavirus adalah virus zoonosis, artinya virus ini disebarkan melalui hewan dan manusia.Dikutip dari WHO, investigasi menunjukkan bahwa SARS-CoV ditularkan dari musang ke manusia, sementara itu MERS-CoV ditularkan dari unta dromedaris ke manusia. Terdapat pula beberapa CoV lain yang terdapat pada hewan, tapi belum menginfeksi manusia.

            Wabah ini disinyalir berasal dari wilayah Kota Wuhan, Tiongkok, atau tepatnya berasal dari pasar ikan yang ada di wilayah setempat. Menurut peneliti Tiongkok, virus Corona SARS-CoV-2 menyebar melalui hewan ke manusia. Menurut World Health Organization (WHO), virus Corona SARS-CoV-2 menyebar melalui tetesan cairan yang dikeluarkan individu yang telah terjangkit virus saat batuk atau bersin. Maka dari itu, setiap orang kini disarankan untuk selalu menutup mulut dan hidung ketika bersin dan batuk atau setiap saat dengan menggunakan masker. Kini, penyakit infeksi virus SARS-CoV-2 dinamakan sebagai COVID-19 (Coronavirus Disease 2019).

            Banyak negara yang sudah menjadi korban Covid-19 dan jumlahnya mencapai 20,2 juta dikonfirmasi positf dan sudah 12,5 juta Sembuh dari penyakit tersebut. Terutama di indonesia sendiri sudah mencapai 117 ribu terkonfirmasi, dan yang meninggal dunia mencapai ±5.425 jiwa. Hal itu lah yang menjadikan virus yang satu ini begitu ditakuti. Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

            Oleh sebab itu, kita harus menjaga kerbersihan demi menjaga kesehatan dan juga untuk menjauhkan diri dari penyakit virus COVID-19 dengan cara; mencuci tangan tiap hari dengan memakai sabun dan juga selalu menjaga jarak minimal 1 meter antar sesama. Dan juga harus menjaga tempat umum selalu bersih dan rapi, selalu memakai masker ketika keluar rumah,dan juga kita harus mengikuti protokol yang sudah dibuat oleh pemerintah untuk mencega penyebaran virus COVID-19, dan jangan sesekali membuat keramaian atau berkumpul-kumpul. Itu semua demi kebaikan kita semua.

 

 

Kamis, 23 Juli 2020

Dampak COVID-19 Terhadap Pembelajaran

Saat  ini dunia dikejutkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus  yang bernama corona atau dikenal dengan istilah covid-19 (Corona Virus diseases-19).Virus yang disinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, saat ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia dengan sangat cepat, sehingga WHO tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

            Ratusan ribu manusia terpapar virus ini di seluruh dunia, bahkan puluhan ribu menjadi korban meninggal. Tercatat negara-negara yang memiliki kasus tinggi terpapar covid-19 saat ini adalah Italia, Tiongkok, Spanyol, Amerika Serikat, dan Iran dengan tingkat kematian mencapai ribuan orang. Penularan yang sangat cepat dan sulitnya mendeteksi orang yang terpapar karena masa inkubasi covid-19 kurang lebih dua minggu menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan. Penularan lewat kontak antar manusia yang sulit diprediksi karena kegiatan sosial yang tidak bisa dihindari merupakan penyebab terbesar menyebarnya covid-19 ini. Obat penawar yang belum bisa ditemukan dan membludaknya jumlah pasien terpapar covid-19 menjadi penyebab kematian yang paling tinggi.

            Penyebaran virus covid-19 menjadi penyebab angka kematian yang paling tinggi di berbagai negara dunia saat ini. Sudah banyak korban yang meninggal dunia. Bahkan banyak juga tenaga medis yang menjadi korban lalu meninggal. Hal ini menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh dunia saat ini, untuk melakukan berbagai kebijakan termasuk di negara Indonesia sendiri. Indonesia pun juga merasakan akan dampak penyebaran virus ini. Semakin hari semakin cepat menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia, sehingga pemerintah membuat kebijakan social distancing untuk mengatasi pandemi virus COVID-19.

 

            Kebijakan social distancing berakibat fatal terhadap roda kehidupan manusia, masalah ekonomi yang paling terasa dampaknya, karena hal ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat, tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan tertutupnya kebutuhan primer manusia untuk memenuhinya, karena negara akan sangat terbebani kalau harus menanggung segala kebutuhan pokok setiap penduduknya. Tak terkecuali bidang pendidikan ikut juga terdampak kebijakan ini. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran dari sekolah/madrasah menjadi di rumah, membuat kelimpungan banyak pihak.

            Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH). Kebijakan inimerupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. Hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak.

 

            Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.

 

            Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari guru, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru.

            Adanya pandemi covid-19 juga memberikan hikmah yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah dalam memonitoring atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi yang lebih intensif dan akan menimbulkan hubungan kedekatan yang lebih erat antara anak dan orang tua. Orang tua dapat melakukan pembimbingan secara langsung kepada anak mengenai materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh anak. Dimana sebenarnya orang tua adalah institusi pertama dalam pendidikan anak. Dalam kegiatan pembelajaran secara online yang diberikan oleh guru, maka orang tua dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya. Kemudian ketidakjelasan dari materi yang diberikan oleh guru, membuat komunikasi antara orang tua dengan anak semakin terjalin dengan baik. Orang tua dapat membantu kesulitan materi yang dihadapi anak.

            Walaupun pendidikan di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi covid-19 ini, namun dibalik semua itu terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat diambil. Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online, maka dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini dan mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia.

Sekian dari saya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh